Situs Korban 40.000 Jiwa Masuk Agenda KBN 2012

POLEWALI–Taman makam Korban 40.000 Jiwa Galung Lombok, Tinambung menjadi situs kunjungan Kemah Budaya Nasional 2012. Penentuan itu merupakan plan B atau rencana alternatif setelah situs Batu Bandera di Matakali dibatalkan panitia pelaksana. Seperti diketahui sebelumnya, beberapa situs sejarah, budaya dan religi telah diobservasi panitia nasional dan daerah sekaitan KBN yang akan dibuka di Pusdiklat Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

“Pemindahan tersebut terkait pembenahan situs Batu Bandera yang merupakan titik pertama Merah Putih berkibar di Mandar Sulbar, tidak memungkinkan kelar hingga acara dimulai. Taman Makam Korban 40.000 Jiwa sebagai situs alternatif yang memiliki aspek sejarah yang luar biasa sehingga kami tinggal memindahkan konsentrasi kegiatan ke sana,” ujar Andi Masri Masdar Ketua Panitia Pelaksana KBN 2012, saat berbincang dengan e-koranmandar.com di Pusdiklat Polewali, Ahad (28/10/2012

).

Taman Makam Korban 40.000 merupakan bukti sejarah paling menyakitkan bagi rakyat Mandar Sulawesi Barat, atas kekejaman pasukan Raymond Westerling tahun 1947. Catatan menyebutkan, ribuan rakyat biasa dan pejuang kemerdekaan secara membabi-buta diberondong senjata tanpa ampun. Mereka pun bergelimpangan, hingga banyak korban di masa itu yang tidak dapat dikubur secara layak atau hilang.

Di situs sejarah ini, peserta KBN akan melihat jejak masa silam di area sekitar satu hektar yang berjarak 4 kilometer dari trans Sulawesi. Lokasi ini juga merupakan tempat Deklarasi pertama Perjuangan Pembentukan Provinsi Sulawesi Barat, 10 November 1999.

Agenda nasional yang akan melibatkan Pramuka Penggalang se-Indonesia itu rencananya akan dibuka Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI 12 November mendatang. Panitia terus melakukan pembenahan untuk menyiapkan agenda nasional pertama, khususnya bagi Gerakan Pramuka, sejak Sulbar berdiri tahun 2004 silam. (ed/aan)