).
Taman Makam Korban 40.000 merupakan bukti sejarah paling menyakitkan bagi rakyat Mandar Sulawesi Barat, atas kekejaman pasukan Raymond Westerling tahun 1947. Catatan menyebutkan, ribuan rakyat biasa dan pejuang kemerdekaan secara membabi-buta diberondong senjata tanpa ampun. Mereka pun bergelimpangan, hingga banyak korban di masa itu yang tidak dapat dikubur secara layak atau hilang.
Di situs sejarah ini, peserta KBN akan melihat jejak masa silam di area sekitar satu hektar yang berjarak 4 kilometer dari trans Sulawesi. Lokasi ini juga merupakan tempat Deklarasi pertama Perjuangan Pembentukan Provinsi Sulawesi Barat, 10 November 1999.
Agenda nasional yang akan melibatkan Pramuka Penggalang se-Indonesia itu rencananya akan dibuka Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI 12 November mendatang. Panitia terus melakukan pembenahan untuk menyiapkan agenda nasional pertama, khususnya bagi Gerakan Pramuka, sejak Sulbar berdiri tahun 2004 silam. (ed/aan)
Taman Makam Korban 40.000 merupakan bukti sejarah paling menyakitkan bagi rakyat Mandar Sulawesi Barat, atas kekejaman pasukan Raymond Westerling tahun 1947. Catatan menyebutkan, ribuan rakyat biasa dan pejuang kemerdekaan secara membabi-buta diberondong senjata tanpa ampun. Mereka pun bergelimpangan, hingga banyak korban di masa itu yang tidak dapat dikubur secara layak atau hilang.
Di situs sejarah ini, peserta KBN akan melihat jejak masa silam di area sekitar satu hektar yang berjarak 4 kilometer dari trans Sulawesi. Lokasi ini juga merupakan tempat Deklarasi pertama Perjuangan Pembentukan Provinsi Sulawesi Barat, 10 November 1999.
Agenda nasional yang akan melibatkan Pramuka Penggalang se-Indonesia itu rencananya akan dibuka Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI 12 November mendatang. Panitia terus melakukan pembenahan untuk menyiapkan agenda nasional pertama, khususnya bagi Gerakan Pramuka, sejak Sulbar berdiri tahun 2004 silam. (ed/aan)